Selasa, 20 November 2012

Teori Ketepatan Induksi (Induced Fit Theory) Enzim

Teori Ketepatan Induksi (Induced Fit Theory) Enzim - Teori ini menyatakan bahwa enzim memiliki sisi aktif yang mudah menyesuaikan dengan bentuk substratnya. Dengan kata lain, bentuk sisi aktif enzim bersifat fleksibel. Pada saat substrat bertemu dengan enzim, maka sisi aktif enzim berubah sedemikian rupa sehingga cocok dengan substrat dan terbentuklah kompleks enzim substrat. Setelah terjadi reaksi dan produk telah terbentuk, enzim akan lepas. Pada saat ini tidak menutup kemungkinan, substrat lain bergabung dengan enzim. Pada saat ini pula enzim tidak aktif lagi. Perhatikan Gambar 1.1.

Prinsip kerja enzim teori ketepatan induksi
Gambar 1.1. Prinsip kerja enzim menurut teori ketepatan induksi
Anda sekarang sudah mengetahui Teori Ketepatan Induksi. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, Mazrikhatul Miah. 2009. Biologi : SMA dan MA Kelas XII. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 282.

Model Gembok – Kunci (Lock and Key) Enzim

Model Gembok dan Kunci (Lock and Key) Enzim - Dari nama teorinya, kalian tentu dapat membayangkan bentuk antara kunci dan gembok pintu rumah kalian. Teori ini dikemukakan oleh seorang ahli yang bernama Fisher. Menurutnya, enzim bagaikan sebuah gembok, memiliki bagian yang berhubungan dengan kunci yang disebut lubang kunci. Bagian lubang kunci ini diibaratkan sebagai sisi aktif enzim, yaitu suatu tempat yang spesifik untuk mengikat substratnya. Substrat digambarkan sebagai sebuah kunci. Mata kunci memiliki struktur yang khas dan cocok dengan struktur lubang kunci pada gembok. Kunci tertentu hanya cocok dengan gembok tertentu, artinya enzim tertentu hanya bekerja pada substrat tertentu. Apabila sisi aktif bergabung dengan substrat maka enzim tidak aktif lagi. Bergabungnya enzim dengan substrat membentuk kompleks enzim substrat. Kompleks enzim substrat digambarkan sebagai gembok dimana pada lubang kuncinya terdapat kunci. Setelah reaksi berlangsung, kompleks enzim substrat lepas dan terbentuklah produk. Pada sistem kerja enzim, enzim tidak pernah ikut bereaksi karena setelah terbentuk produk, enzim akan terlepas dan dapat menjalankan fungsi enzim untuk berikatan dengan substrat lain yang sesuai. Artinya, enzim tidak akan diubah menjadi produk atau enzim hanya berperan sebagai perantara dalam membentuk produk. Produk tersebut berasal dari substrat yang telah bereaksi. Perhatikan Gambar 1.1. 

Prinsif kerja enzim teori gembok kunci
Gambar 1.1. Prinsif kerja enzim menurut teori gembok-kunci.
Berikut adalah persamaan reaksi enzimatis sederhana:

persamaan reaksi enzimatis sederhana

Anda sekarang sudah mengetahui Model Gembok dan Kunci. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, Mazrikhatul Miah. 2009. Biologi : SMA dan MA Kelas XII. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 282.

Fungsi dan Cara Kerja Enzim

Fungsi dan Cara Kerja Enzim - Di dalam reaksi kimia, antara suatu bahan (zat, unsur, molekul atau senyawa) yang satu dapat mengadakan reaksi dengan bahan (zat, unsur, molekul atau senyawa) yang lain sehingga dihasilkan suatu senyawa yang baru. Hal tersebut terjadi di dalam proses metabolisme, sehingga dihasilkan bahan yang diperlukan untuk tubuh. Nah, dalam proses metabolisme tersebut, tentunya diperlukan waktu tertentu untuk dapat mengubah bahan baku menjadi bahan yang baru (produk). 

Selama terjadi reaksi kimia tersebut, diperlukan adanya suatu bahan yang berperan dalam mengatur waktu untuk terjadinya reaksi yaitu enzim. Enzim tersebut diperlukan untuk mempercepat terjadinya reaksi kimia (katalis), sehingga enzim disebut sebagai katalisator. Enzim yang berperan untuk mempercepat reaksi kimia dalam metabolisme suatu sistem hayati atau organisme disebut sebagai biokatalisator. Molekulmolekul yang dikatalis oleh enzim dinamakan substrat. 

Reaktan memerlukan energi (panas) untuk memutuskan ikatanikatan antar atomnya, sehingga atom-atom tersebut dapat membentuk ikatan baru (produk). Energi bebas yang diperlukan untuk memutuskan ikatan ini disebut energi aktivasi (EA), sedangkan perbedaan antara energi bebas produk dengan energi bebas reaktan disimbolkan dengan ΔG. 

Reaksi kimia yang dikatalis oleh enzim, menunjukkan bahwa reaksi tersebut membutuhkan energi untuk reaksi lebih sedikit dibanding reaksi yang tidak dikatalis oleh enzim. Oleh karena itu, enzim berperan penting dalam menurunkan energi aktivasi untuk memulai suatu reaksi, sehingga reaksi dapat berjalan sangat cepat, efisien, dan tidak menimbulkan suhu yang tinggi. Perhatikan Gambar 1.1. 

Penurunan energi aktivasi enzim
Gambar 1.1. Penurunan energi aktivasi oleh enzim.
Setelah mengetahui fungsi enzim dalam metabolisme, tahukah kalian di mana enzim dihasilkan atau ditemukan? 

Enzim dihasilkan di dalam sel dan dapat bekerja di dalam sel maupun di luar sel. Enzim yang bekerja di dalam sel disebut enzim intraseluler. Misalnya, enzim yang berfungsi menawarkan racun sel H2O2 (hidrogen peroksida) menjadi H2 dan O2 yang bersifat netral. Enzim pernafasan selalu terdapat dalam sel. Sementara itu, enzim yang bekerja di luar sel disebut enzim ekstraseluler, yaitu enzim- enzim pencernaan. Sebagian besar enzim terdapat pada protoplasma sel. Namun, pada sel tertentu enzim ditemukan di dalam vakuola dan dinding sel. Selanjutnya, bagaimanakah enzim bekerja? Ada dua teori yang menjelaskan kerja enzim tersebut, yaitu:


2. Teori Ketepatan Induksi (Induced Fit Theory)

Anda sekarang sudah mengetahui Fungsi Enzim dan Cara Kerja Enzim. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, Mazrikhatul Miah. 2009. Biologi : SMA dan MA Kelas XII. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 282.

Komponen-komponen Enzim

Penyusun / Komponen Enzim - Sebagian besar enzim tersusun oleh dua bagian, yaitu bagian yang berupa protein, disebut apoenzim dan bagian non protein yang disebut kofaktor. Ada juga beberapa enzim yang hanya terdiri dari komponen protein saja. Kofaktor dapat berupa molekul anorganik maupun molekul organik. Molekul anorganik berupa mineral seperti ion Fe, ion Zn, dan ion Mn. Molekul organik misalnya NAD+, vitamin B1, B2, B6, niasin, dan biotin. Kofaktor yang berupa molekul organik disebut koenzim, sedangkan kofaktor yang berupa molekul anorganik disebut gugus prostetik. Apoenzim dan koenzim yang bersatu membentuk enzim yang lengkap, disebut holoenzim. Perhatikan Gambar 1.1. dan 1.2.

Bagian enzim apoenzim gugus prostetik
Gambar 1.1. Enzim yang terdiri atas bagian protein (apoenzim) dan bagian non protein (gugus prostetik)

Apoenzim koenzim holoenzim
Gambar 1.2. Apoenzim dan koenzim bersatu membentuk holoenzim.
Anda sekarang sudah mengetahui Penyusun Enzim atau Komponen Enzim. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, Mazrikhatul Miah. 2009. Biologi : SMA dan MA Kelas XII. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 282.

Harga solar industri 2012 Turun Naik, Bio Diesel Harus Jadi Solusinya


Harga solar industri 2012 memang bisa dibilang mengalami pasang surut yang cukup mengenyitkan dahi, dari isu kenaikan BBM hingga kelangkaan pasokan..hal itu mewarnai dan berperan penting akan bandrol solar industry di  tahun 2012 ini. Sebenarnya untuk harganya sendiri tidak bergerak ke angka yang signifikan jika di bandingkan dengan tahun lalu. Tapi dari segi jasa pelayanannya bisa dibilang bandrol distributornya mengalamai kenaikan.


Hal ini bisa terlihat dari banyaknya Distributor yang beralih ke Direct seller, mengapa? Karena mereka sadar jika harus menggunakan jasa distributor, harga operasional mereka akan membengkak, oleh sebab itu Harga solar industri 2012 merupakan harga solar yang paling turun naik tingkat operasionalnya. Mengingat minyak solar sangat berperan dalam transportasi, baik transportasi orang maupun barang, maka penyediaan minyak solar di masa mendatang sulit untuk dihilangkan dan harus dipenuhi. Oleh karena itu perlu dicari langkah-langkah untuk  mengurangi maupun menggantikan pemakaian minyak solar tersebut dengan bahan bakar alternatif.

Bahan bakar alternative sendiri sekirannya memang telah di siapkan beberapa tahun lalu, sayangnya banyak pihak yang sudah under estimated terlebih dahulu sebelum mencoba beralih ke sumber alternative seperti minya Biodiesel / CPO, So gimana mau move on jika para pembuat kebijakan saja tidak begitu “galak” untuk mengurangi ketergantungan akan penggunaan solar industri setiap tahunnya

Semoga berguna

Sejarah Enzim

Penemuan / Sejarah Enzim - Tahukah kalian, kapan istilah enzim dipakai oleh orang? Pada awalnya, Kuhne (1878) memberi nama zat yang berperan dalam proses pengubahan atau pembongkaran dan penyusunan yaitu ferment atau enzim. Enzim dari kata “in” dan “zyme” yang artinya sesuai yang ada di dalam ragi. Buchner (1896), memberi nama zat yang diperoleh dari sel-sel ragi yang telah dihancurkan yaitu zimase karena zat itu berasal dari ragi (zyme). Pada tahun 1926, Sumner berhasil memisahkan enzim dari biji polong-polongan tumbuhan Canavalia ensiformis dalam bentuk kristal. Setelah itu, berhasil dipisahkan beberapa enzim seperti katalase, papain, tripsin, dan pepsin. Semuanya dalam bentuk kristal. (sumber: suharjawanasuria.tripod.com)

Anda sekarang sudah mengetahui Sejarah Penemuan Enzim. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Rochmah, S. N., Sri Widayati, Mazrikhatul Miah. 2009. Biologi : SMA dan MA Kelas XII. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 282.

Mengapa Harga solar industri pertamina kerap turun naik!


Harga solar industri pertamina memang bisa dibilang sangat Fluktuatif, hal ini di sebabkan pada tanggal-tanggal tertentu seperti 1 dan 15 setiap bulannya harga minyak dunia mengalami revisi, hal ini tak pelak membuat kalangan Seller dan distributor kadang kalang kabut di buatnya, tak sedikit para distributor atau direct seller yang menjual harga Solar indsutri nya di bawah harga pertamina lho, bahkan yang menjual tinggi pun tetap ada!
Sebenarnya ada cara lain untuk mengurangi dan mengendalikan Harga solar industri pertamina yang terkenal aneh itu, yakni dengan cara beralih ke bahan bakar alternative lain seperti penggunaan Biodiesel, biodiesel sendir merupakan salah satu bahan bakar alternative yang di akui oleh sebagian kalangan sangat ramah lingkungan, wajar saja karena untuk mengolah biodiesel menjadi bahan bakar siap pakai ialah menggunakan Minyak Kelapa Sawit sebagai bahan utamanya.
Sayangnya hal ini sendiri tidak sejalan dengan apa yang telah di cita-citakan, pertamina seraya malas sekali untuk membuat para pemain industry dan fabrikasi untuk mengurangi ketergantungan mereka pada Solar industri. Padahal jika mau di bandingkan penggunakaan bahan bakar biodiesel sedikit banyak memberikan keuntungan tersendiri kepada konsumen pemakainya. Lantas sampai kapan mereka akan terus bergantung pada pemakaian Solar???
Artikel terkait – Harga solar industri 2012